Pemahaman
yang kita dapat dari sekolah dulu tentang sejarah seolah-olah membentuk dugaan sepihak
kalo manusia itu ada dengan sendirinya. Gimana tidak?! Wong tiba-tiba kita
disuguhin penemuan fosil-fosil orang purba sampe yang disebut Homo-homo-an. Katanya
sih jaman itu disebut Pra-Sejarah karena belum ditemuin yang namanya tulisan.
Setelah itu masuk zaman Sejarah, mulai dari Mesir Kuno, Babi Lo Nia, Yu’ Nani, Romawi, dan Hindustan yang jadi cikalbakal kebudayaan Asia.
Ehh....tiba-tiba loncat ke Renaisance, Revolusi Perancis, Revolusi Industri....trus...masuk deh ke jaman Perang Dunia I, II, dan terbentuk negara-negara bangsa! Loh....emangnya dari jaman Mesir Kuno ke Perang Dunia gak ada kehidupan apa? Lalu.... kemana tuh yang disebut Nabi Adam A.S. yang pernah diajarin ustadz, ustadzah waktu kita kecil berkaitan ama jaman Pra-Sejarah???!!!
Wah.... kayaknya ada dua dunia yang beda paham nih? Bicara sejarah, pastinya ngomongin dari mana asal manusia itu sebagai pelakunya. Dan apakah manusia itu makhluk kebetulan atau.....???
Hhmmm...Manusia itu adalah ciptaan Sang Khalik. Apa buktinya?
Mari kita simak, manusia berasal dari sel sperma yang bertemu dengan sel telur, dari pertemuan keduanya berkembanglah menjadi janin dan akhirnya lahir melalui rahim seorang ibu. Banyak orang telah melakukan penelitian tentang manusia, berikut beberapa fakta2 yang sangat luar biasa tentang manusia :
- Manusia kehilangan 45-60 helai rambut setiap hari, tetapi kerana manusia memiliki 125.000 helai rambut baru setiap hari kita sebagai manusia tidak menyadari hal tersebut.
- Otak manusia mempunyai kurang lebih 10 milyar sel saraf, yang mempunyai kemampuan merekam lebih dari 86 juta bite (lebih kurang 11juta huruf) / perhari atau jika dikalkulasikan memori manusia selama hidupnya mencapai 100 triliun bite (sekitar 12,5 triliun huruf).
- Sel darah merah di dalam manusia yang mempunyai masa hidup sekitar 4 bulan menempuh perjalanan sekitar 1.600 km di dalam tubuh kita selama masa hidupnya.
- Rangkaian saraf otak manusia yang kini baru sebahagian dipetakan oleh ahli saraf, mempunyai daya kompleks 1400 kali lebih kompleks jika dibandingkan dengan rangkaian telepon saat ini.
- Jantung setiap hari menghabiskan tenaga yang besarnya cukup untuk mengangkat beban seberat hampir 1 ton ke ketinggian 13 meter. Maka sebagai contoh, jantung manusia yang telah berumur 50 tahun telah melakukan kerja yang sama dengan mengangkat beban 18.000 ton ke ketinggian 230 km. Subhanallah.
Namun
ada yang bilang, manusia tercipta secara kebetulan. Pertanyaannya sekarang,
terbentuknya manusia yang sangat sistematis (memiliki pola) dan kompleksnya
(rumitnya) tubuh manusia, mungkin g manusia ada secara kebetulan?
Untuk membantu menjawab pertanyaan itu, gw kasih contoh kaya gini, ada sebuah kapal pesiar yang sangat besar dan canggihnya luar biasa. Mungkin gak kapal pesiar itu terbentuk secara kebetulan atau memang ada yang dengan sengaja membuatnya?
Gw kasih contoh lagi, ketika gw keluar rumah, di depan pintu rumah gw ada uang kertas Rp.50.000, tp gw gak tau, tu uang punya siapa? lalu di hari berikutnya gw nemuin lagi uang kertas Rp.50.000 dan lusanya gw kembali nemuin uang kertas Rp.50.000, nah kalo kejadiannya kaya gitu, apakah itu terjadi secara kebetulan atau memang ada orang, yang dengan sengaja menaruh uang kertas disitu?
Dari kedua contoh tadi kita bisa melihat dengan jelas, jika suatu kejadian yang memiliki sifat sistematis atau 2 sifat sekaligus (sistematis dan kompleks), tidak bisa kita katakan, hal itu terjadi secara kebetulan. Apalagi proses terbentuknya manusia sangatlah sistematis dan kompleksnya tubuh manusia. Jadi kenyataan bahwa itu semua sudah ada yang mengatur atau sudah ada yang menciptakan tidak bisa terbantahkan lagi. Dan itu semua diciptakan oleh suatu Dzat yang bernama Sang Khalik.
Setelah kita tahu, manusia itu adalah ciptaan Sang Khalik, timbul pertanyaan lagi dalam diri kita. Untuk apa kita diciptakan?. Sebelum menjawab pertanyaan itu, kita harus memahami sifat yang umumnya dimiliki suatu ciptaan yaitu ciptaan tidak akan pernah tau untuk apa dia diciptakan. Misalnya gini, “Kita semua tau yang nyiptain telpon adalah alexander graham bell, pertanyaannya sekarang, yang paling tau fungsi telpon buat komunikasi siapa? telpon itu sendiri atau alexander graham bell?”. Sama halnya dengan manusia yang memiliki kedudukan sebagai ciptaan, yang paling tau dia diciptain buat apa, ya hanya Sang Khalik aja yang tau. Trus ada yang nyeletuk gini, “telponkan nggak bisa ngomong plus nggak punya akal, jadi wajar dong dia nggak bisa jawab pertanyaan itu. Trus manusiakan punya akal, bahkan banyak hal, yang bisa manusia lakukan dengan akalnya seperti membuat pesawat, bendungan penahan banjir, kapal induk yang sangat besar dsb”.
Namun permasalahannya adalah mau dia bisa ngomong atau nggak bisa ngomong, mau dia punya akal atau nggak punya akal, keadaannya pasti sama, dia nggak bakal bisa jawab, karena itu merupakan sifat dari ciptaan. Mau bukti?
Mari disimak, akal manusia itu sejatinya bersifat terbatas, dia hanya dapat bekerja pada objek2 yang dapat kita indera, sedangkan yang namanya tujuan kita diciptakan adalah sesuatu yang nggak bisa kita indera. Mau bukti kalo akal nggak bisa bekerja pada objek2 yang nggak bisa diindera, begini contohnya, “bisa nggak lo mastiin dengan akal lo kalo 1 hari kedepan lo bakalan tetep hidup? oke gw turunin, kalo 1 jam kedepan bisa g lo pastiin kalo lo bakalan tetep hidup? oke gw turunin lagi deh, kalo 20 detik kedepan lo bisa g mastiin kalo lo bakalan tetep hidup? lalu gw tanya lagi, yang namanya masa depan bisa g kita indera?. Trus 1 contoh lagi, gw punya dompet yang tertutup rapat dan didalamnya berisi uang, dan dengan akal lo, lo bisa nggak mastiin dengan pasti berapa banyak uang yang ada didompet gw? Lalu uang yang berada didalam dompet gw bisa lo indera g?”. Dari sini kita bisa melihat bahwa manusia memiliki akal yang bersifat terbatas. Dan dari pertanyaan tentang tujuan hidupnya, manusia butuh bantuan untuk menjawabnya.
Lalu bantuan itu wujudnya apa? gw jawab dengan contoh berikut ini, “sebuah laptop agar bisa digunakan sesuai dengan fungsinya memerlukan apa? manual book atau juga bisa disebut buku petunjuk. Buku petunjuk tentang laptop boleh nggak yang buat tukang bajigur? udah jelas nggak boleh. Oleh karena itu, untuk hal yang sepele aja butuh buku petunjuk yang bersumber dari ahlinya, apalagi perkara itu tentang manusia, sudah tentu butuh buku petunjuk yang dibuat oleh yang nyiptain manusia itu sendiri yaitu Sang Khalik”.
Kesimpulannya,
manusia itu adalah ciptaan Sang Khalik dan manusia itu bersifat terbatas serta
untuk menjawab apa tujuan hidupnya, manusia butuh bantuan dari yang nyiptain
manusia itu sendiri, lewat perantara sebuah buku petunjuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar